Bumi Laskar Pelangi

Bumi Laskar pelangi

Bumi Laskar pelangi

Sejak syuting film Laskar Pelangi dimulai 25 Mei 2008 yang lalu, Andrea Hirata Seman telah dua kali kembali ke kampung halamannya di Gantong, Belitong Timur. Pekan lalu merupakan kali kedua bagi Andrea datang untuk melihat proses pembuatan film yang diadaptasi dari katya novelnya. “Sebenarnya saya nggak mau terlalu sering mengikuti jalannya syuting. Saya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Riri (Riri Reza – Sutradara) dan Mira (Mira Lesmana – Produser). Kebetulan ibuku sakit. Strokenya kambuh, jadi saya pulang kampung karena untuk menjenguk ibu,” ungkap Andrea.

Selama di Belitong, Andrea tak setiap saat menyaksikan syuting. Kalaupun menonton, dia berada agak jauh. Kadang berbaur dengan masyrakat. “Saya sebenarnya sudah berusaha menghindar agar tak bertemu Riri dan Mira. Kalau ketahuan saja, saya baru mendekat. Rasanya nggak enak kalau saya ikut mengawasi syuting. Biar mereka berkreasi tanpa ada bayang-bayang saya,” tutur Andrea.

Lantas, puaskah Andrea melihat hasil kerja Riri dan Mira? Pengarang tetralogi Laskar Pelangi itu mengaku puas dan kagum dengan anak-anak Laskar Pelangi yang walaupun belum berpengalaman, tapi mampu menciptakan karakter seperti dalam setiap tokoh yang ditulisnya. Diluar itu, Andrea berharap film ini mampu mempromosikan Belitong. “Dari novel, orang-orang kenal Belitong. Tapi saya yakin itu hanya menjangkau segelintir orang. Berbeda ketika novel ini diangkat dalam film, pasti akan lebih banyak orang menonton,” ucapnya.

Bagaimana dengan ketidakrelaan penggemar novel Laskar Pelangi terhadap pembuatan film ini? “Saya terinspirasi Mohammad Ali. Meskipun berkulit hitam, dia bangga dengan dirinya. Begitu juga saya, bagaimanapun Belitong adalah kampung halaman saya, dan saya cinta Belitong. Saya bertekad memajukan Belitong,” ungkap Andrea. Itulah mengapa Andrea ngotot mempertahankan lokasi syuting dilaksanakan di kampung Gantong, sesuai cerita asli yang ditulisnya. “Saya ditawari beberapa daerah lain, dan disogok hingga ratusan juta. Tapi saya nggak mau. Mereka tahu film ini bakal mendunia. Saya ingin mempromosikan Belitong,” ucap Andrea.

Selain itu Andrea juga ingin mewujudkan Belitong sebagai “Bumi Laskar Pelangi”. “Saat ini saya tengah menggodok konsepnya. Yang pasti kita akan menonjolkan potensi pariwisata,” terang Andrea. Bahkan muncul wacana di kalangan pemerintah Belitong Timur yang ingin menjadikan SD Muhammadiyah sisa syuting menjadi objek wisata sastra di Gantong. Sayang selama syuting di Gantong, ada satu hal yang membuat Andrea tidak bahagia. Apa itu? “Ternyata keinginan menjadikan Belitong sebagai Bumi Laskar Pelangi tak direspon dengan tindakan nyata. Seharusnya memanfaatkan lokasi syuting menjadi lahan industri seperti di luar negeri,” sesal Andrea.

—–

Sumber : Nyata, Juni 2008

Diterbitkan di: on Juni 12, 2009 at 3:31 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://dyahmay.wordpress.com/2009/06/12/bum-laskar-pelangi/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.