Selamat Datang HSUPA

HSUPA (High Speed Uplink Packet Acces)…. hmmm sepertinya masih jarang kita dengar dengan technology yang satu ini, mengapa? sementara di luar sana di barat technology ini sedang diujicobakan, yah tentu sajalah di Indonesia ini kan technology 3G/UMTS dan HSDPA saja masih banyak yang belum bisa menggunakan dan mengenal. Memang technology sangat pesat sekali perkembangannya belum pula kita menggunakan 3G/UMTS dan HSDPA eh sudah muncul tekhnology baru yaitu HSUPA, HSDPA pun sekarang di Indonesia masih dianggap technology baru dan masih banyak yang belum mengenal. Para operator selluler kita pun masih ngos-ngosan mengembangkan technology HSDPA ini. Tentunya kita sebagai bangsa Indonesia seperti biasanya hanya bisa menggunakan dan tidak bisa membuat technology baru misalnya, atau setidaknya kita bisa membuat technology 3G/UMTS dan HSDPA sendiri tanpa bantuan dari oaring lain. Kalau begitu kapan dong HSUPA ini bisa sampai di Indonseia? Saya juga tidak tahu karena di luar negeri pun baru diujicobakan. Kita memang bangsa yang telat segalanya, tapi kan kalau kita bisa membuat technology ini misalnya, yaitu HSUPA kita pasti bangga sekali, yah memang sulit sekali kita mengejar ketertinggalan dari Negara-negara lain mengapa? Karena HSDPA pun masih banyak yang ngos-ngosan dan tidak tahu apalagi HSUPA juga biaya yang masih mahal sekali.

Tentunya dengan technology ini (HSUPA) kecepatan akses internet pun semakin cepat saja, kita bisa men-download ataupun meng-upload file dengan waktu yang lebih singkat, berkomunikasi bertatap muka dengan video call semakin nyaman, melihat video secara online pun akan semakin menyenangkan, browsing dengan kecepatan tinggi dan sederet aktivitas lainnya akan lebih menyenangakan dan bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja. Kita memang semakin dimanjakan dengan technology, tapi kita jangan berleha-leha karena kalau kita lengah technology-lah yang akan menghancurkan dan mengendalikan kita, kita harus lebih rajin lagi mengembangkan technology sesuai kemampuan kita karena kita sebagai manusia yang di karuniai akal dan pikiran.

“Kita hidup di dunia yang ditentukan oleh kecepatan akses yang mobile”. Saat ini aktivitas pengiriman dan penerimaan data multimedia tidak hanya dilakukan di satu tempat saja. “Foto-foto dan video yang diambil dan dikirim dilakukan selagi pengguna melakukan perjalanan. Para pelaku usaha misalnya. Kemampuan mengirim presentasi dan foto menjadi suatu hal yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan bisnis”. begitulah ungkapan Dr. Hannes Ametsreiter, Director of Marketing, Distribution and Customer Services, Mobilkom Austria. Tekhnology ini memang akan selalu berkembang dan kumnikasi data pun akan terus berlanjut.

Tentunya komunikasi data ini dimulai dari GPRS yang secara teori kecepatannya mencapai 140,8 kbps tapi umumnya kita hanya bisa mendapatkan kecepatan 56 kbps. Setelah itu muncul EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang menawarkan kecepatan teori GPRS yaitu 140,8 kbps. Kita memang jarang mendengar EDGE ini karena tidak lama setelah itu muncul 3G/UMTS (Universal Mobile Telecommunications System), secara teori kita akan mendapatkan kecepatan 11 mbps, tapi dalam prakteknya kita hanya mendapatkan kecepatan 384 kbps. Tidak lama setelah itu muncul HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dengan kecepatannya mencapai 3,6 mbps dan pada akhirnya bersiaplah kita menyambut HSUPA (High Speed Uplink Packet Access).

Perhelatan hebat International Telecomunication Union (ITU) Telecom World 2006 yang berlangsung di Hong Kong menunjuk LG Electronics dan Samsung untuk melakukan uji coba technology ini (HSUPA). Secara teori dengan HSUPA ini kita akan mendapatkan kecepatan 5,67 mbps. Samsung mengatakan technology HSUPA yang tengah dikembangkan ini mampu mecapai kecepatan 2 mbps. Kecepatan akses pasti berbanding lurus dengan waktu yang diperlukan untuk mengunduh data. Makin cepat akses makin singkat waktu download-nya. Misalnya, lima file mp3 sebesar 3MB dapat di download dalam waktu 5 menit menggunakan 3G/UMTS tapi dengan HSUPA ini hanya 1 menit waktu yang diperlukan tuk mendownload-nya.

Sementara itu LG akan memperkenalkan headset yang mendukung technology HSUPA. Samsung pun telah bekerjasama dengan operator seluler Orange dan beberapa operator besar lainnya di Eropa untuk pendistribusian produk HSUPA system paket.

Semoga saja..provider telekomunikasi di indonesia bisa menyediakan HSUPA, sedangkan sekarang aja menyediakan HSDPA mereka masih kelimpungan alias sering down kalaupun lagi bener kecepatan datanya tidak seperti spec

Sumber

Andrea Hirata – Menulis karena janji

Pagi itu, hujan deras turun membasahi bumi. Atap sekolah yang sudah tua tidak mampu lagi menahan derasnya air hujan. Ruang kelas pun tak jauh berbeda dengan kondisi di luar, basah. Ikal dan kesembilan temannya terpojok di sudut kelas tak berdaya. Namun di tengah suasana yang kuyup tiba-tiba dari arah lapangan sekolah melintas sosok perempuan. Berpayung setangkai daun pisang, perempuan itu menembus hujan menuju ke arah sepuluh anak yang menantinya dengan wajah berbinar. Dia adalah NA Muslimah Hafsari, guru satu-satunya di sekolah itu.

Kenangan akan pemandangan saat duduk di kelas 3 SD itu begitu membekas pada diri Ikal. Sejak hari itu dia berjanji suatu hari, jika dirinya berhasil menjadi seorang penulis, dia akan menulis kisah tentang Ibu Mus, sang ibu guru dan teman-teman di SD-SMP Muhammadiyah Belitong Timur itu.

Puluhan tahun kemudian, Ikal yang tak lain dari Andrea Hirata mewujudkan janjinya itu. “Usai peristiwa itu saya berjanji suatu hari saya akan menulis buku untuk guru saya itu. Dan setiap hari janji saya itu saya ceritakan kepada teman-teman Laskar Pelangi (LP). Ketika saya sudah bekerja, janji saya itu ditagih oleh teman-teman saya. Apalagi kemudian Ibu Mus jatuh sakit. Mereka begitu khawatir, dan mendesak saya untuk segera menyelesaikan buku itu,” kisah Ikal.

Dalam tiga minggu buku itu selesai, dan langsung dibawa Ikal ke kampungnya di Belitong Timur, Bangka Belitung. Ajaibnya, sang ibu guru langsung sembuh setelah mendapat “kado” dari muridnya yang telah berhasil itu. “Buku LP merupakan ungkapan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua guru saya, termasuk mendiang KA Harfan Effendy Noor yang tak pernah mengharapkan rasa terima kasih kecuali melihat siswanya menjadi orang yang berhasil. Ketika saya perlihatkan ke Ibu Mus, wow dia menangis, pokoknya nggak terlukiskan sama kata-kata. Dan dia langsung sehat kembali ,” kata Andrea.

Ternyata naskah fotokopi itu lalu “dicuri” oleh seorang sahabatnya dan diserahkan kepada penerbit. Penerbit yang beruntung ini, Bentang, langsung jatuh cinta dan lantas menerbitkannya. Ternyata novel anak kelima dari pasangan Seman Said Harun Hirata dan Masturah ini berdampak besar.

Tak hanya bagi Andrea dan pembaca LP, tetapi juga mampu menggerakkan hati para pakar pendidikan untuk memperbaiki sistem pendidikan. Kabarnya, SD Muhammadiyah, tempat Andrea dan anggota Laskar Pelangi bersekolah dulu menjadi terkenal di Belitong dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Andrea juga sangat bersyukur Ibu Mus, guru yang dia cintai itu kini mendapat penghargaan yang layak berkat buku tersebut. Dia masih ingat bagaimana Ibu Mus menggotong balok-balok kayu untuk menahan agar bangunan sekolah mereka tidak roboh. “Sudah sepantasnya beliau mendapatkan semua itu atas pengabdian dirinya yang luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, berkat Laskar Pelangi, Andrea kini dapat membuka tempat bimbingan belajar bagi anak-anak di kampung halamannya. Tempat bimbingan belajar itu menjadi tempat orang belajar ilmu pengetahuan dan agama Islam. Dia tidak ingin pengalaman para sahabatnya, terutama Lintang yang sebenarnya paling jenius namun terpaksa putus sekolah, terulang kepada “adik-adik”nya di masa ini.

—–

Andrea Hirata – Sastrawan dari Kampung Belitong

Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.

Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Semua gembira. Harun, nama anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau sepanjang beroperasi muridnya cuma 10 orang.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu menjadi novel dengan judul Laskar Pelangi (LP) oleh Andrea Hirata, salah satu dari 10 anak itu. Banyak orang memuji novel memoar tersebut karena jalinan ceritanya yang memikat sekaligus penuh muatan nilai moral. “Mengharukan…,” kata Korrie Layun Rampan. “Menarik…,” komentar Sapardi Djoko Damono. “Menyentuh…,” kata Garin Nugroho.

Pujian dari mereka menjadi jaminan bahwa LP yang kemudian berkembang menjadi novel tetralogi itu memang memiliki nilai lebih. Pembaca bukunya semakin menegaskan pujian itu. Tiga judul yang sudah terbit yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor menempati posisi best seller dengan angka penjualan lebih dari 100 ribu kopi. Buku pertama yakni Laskar Pelangi bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diterbitkan di sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Myanmar. Dan tak lama buku LP akan diterbitkan di Eropa dan Amerika Serikat, tentu dalam terjemahan bahasa Inggris.

Karya debut ini membuat pemilik nama lengkap Andrea Hirata Seman Said Harun yang dipanggil Ikal oleh teman-temannya menjadi semacam selebritis baru di jagad sastra Indonesia. Meski hal itu dibantah mati-matian olehnya, paling tidak sejumlah penghargaan berkat novel itu telah diterimanya, yang terbaru Aisyah Award dari Muhammadiyah. Buku ketiga Edensor juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kategori prosa. Bahkan sutradara kawakan Riri Riza dan produser Mira Lesmana sudah siap menggarap kisah LP ke layar lebar.

Menariknya lulusan Master of Science dari Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris itu belum pernah menulis buku sastra. Sebaliknya tesis ilmiah Andrea di kedua universitas itu merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama karya orang Indonesia. Buku ini telah beredar sebagai referensi ilmiah. Hal itu terungkap dalam wawancara staf PT Telkom Bandung yang bertutur kata halus dengan SP. Berikut petikan wawancara yang berlangsung belum lama ini di Jakarta :

Sejumlah pembaca Laskar Pelangi mengaku novel ini menyegarkan sekaligus mengharukan. Ide apa yang melatarbelakangi penulisan novel ini?

Buku Laskar Pelangi (LP) pada awalnya bukan untuk diterbitkan. Niat saya untuk menulis buku ini sudah ada sejak saya kelas 3 SD, ketika saya demikian terkesan pada jerih payah kedua guru SD saya Ibu Muslimah dan Bapak Harfan Effendi, serta 10 sahabat masa kecil saya, yang disebut Kelompok “Laskar Pelangi”. Buku LP saya tulis sebagai ucapan terima kasih daan penghargaan kepada guru dan sahabat-sahabat saya itu. Seorang teman, tidak sengaja menemukan draf buku itu di kamar kos saya, dan diam-diam mengirimkannya pada penerbit. Sampai hari ini saya masih heran ternyata buku LP masih merupakan buku laris.

Masa kecil anda benar-benar seperti di Laskar Pelangi?

Masa kecil saya dan para tokoh di LP hidup di sebuah komunitas buruh tambang di Belitung. Kami tuh native di sana. Kami mengalami seperti apa yang saya ceritakan dalam Laskar Pelangi. Jadi, ada pendidikan dimana pendidikan hanya bisa diikuti oleh anak-anak para pegawai dalam pangkat tertentu. Kemudian ada fasilitas yang hanya bisa dimasuki orang-orang dengan kelas sosial tertentu. Saya rasa, sekarang kita bisa melihat hal tersebut sebagai sebuah pelanggaran HAM. Itu terjadi dalam masa kecil kami.

Mengapa masa kecil yang penuh penderitaan itu begitu membekas dalam diri Anda?

Masa kecil itu penuh dengan magical moments. Masa kecil kan membentuk kita pada hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini, bagaimana persepsi kita terhadap hidup ini, semua terbentuk saat masa kecil. Dan saya merasa beruntung masa kecil saya dilalui di sekolah Muhammadiyah, sebuah sekolah miskin dan puritan, tapi saya rasa bagaimana saya melihat perspektif hidup saya sekarang, itu adalah bagaimana saya melalui masa kecil saya di sekolah itu. Bagaimana saya melihat persahabatan. It’s magic! Saya selalu merasa beruntung, dan saya selalu merasa punya tempat untuk pulang. Bertemu dengan guru tercinta dan sahabat-sahabat saya, Laskar Pelangi.

Berapa lama Anda menyelesaikan novel ini?

Saya memang sejak dulu ingin menulis, tetapi sebelum menulis LP saya sama sekali tidak pernah menulis sastra. Bahkan cerpen pun belum pernah. Saya hanya menulis, berkontemplasi, mengingat untuk buku itu. Tiga minggu selesai. Memang banyak yang mempertanyakan hal tersebut, sampai dalam suatu forum milis dikatakan saya menulis dalam keadaan trance, di luar kemampuan saya. Apalagi mengingat novel itu sangat tebal 529 halaman. Dan saya tidak memiliki latar belakang sastra. Ini merupakan novel saya yang pertama. Namun kembali saya ingatkan LP adalah sebuah memoar. Oleh karena itu, setiap lembarnya sudah ada di kepala saya sejak lama.

Soal latar belakang dan lokasi kejadian, Anda cukup detail dalam novel ini. Semua nyata? Atau ada juga imajinasi di dalamnya ?

LP adalah sebuah memoar, oleh karena itu semua karakter dan kejadiaanya adalah nyata. Cara menulis saya memang cenderung detail, karena saya tertarik memberi gambaran yang filmis pada para pembaca. Tentu novel adalah sebuah karya sastra, dan sastra tidak dapat dipisahkan dengan imajinasi. Imajinasi dalam LP tidak dimanifestasikan dalam bentuk mereka-reka karakter dan kejadian, tetapi di dalam cara menceritakan.

Dalam bertutur Anda begitu detail. Apakah Anda melakukan survei data untuk penulisan novel ini?

Tentu saja, tetapi saya terbantu karena LP adalah memoar, artinya saya sudah memiliki informasi yang mengendap di kepala saya. Riset yang paling intensif adalah saya harus mengkonfirmasikan lagi beberapa hal yang berkenaan dengan Biologi, Fisika, dan Kimia waktu mendeskripsikan karakter Lintang yang jenius. Juga ketika mendeskripsikan anatomi kandungan material tambang di Belitong.

Ini karya sastra debutan Anda. Bagaimana penulis pemula seperti Anda dapat membuat novel yang begitu baik dan menuai pujian di mana-mana?

Saya bukan pembaca sastra yang fanatik. Hanya sedikit buku sastra yang saya baca. Saya lebih banyak membaca buku ilmiah, teori ekonomi, pokoknya tentang ilmu pengetahuan. Namun ternyata buku sains memberi kontribusi yang besar dan membuat saya kuat dalam hal penulisan kontekstual. Bahkan menurut saya ilmuwan itu sangat sastrawi. Saya juga percaya orang Melayu terlahir sebagai penyair, story telling yang ulung. Ada peribahasa kalau kau pinjamkan uang pada orang melayu, akan putus perkara. Tapi kalau kau pinjamkan dia kata, maka akan berpanjang cerita.

Dari memoar, Anda kemudian menulis hingga menjadi tetralogi. Bagaimana itu bisa terjadi?

Setelah melihat reaksi pembaca, saya mulai berpikir ternyata menulis buku bisa memberi pengaruh secara luar biasa. Terpikir untuk membuat tetralogi, itu bukan karena dorongan pasar. Saya hanya ingin memberi semangat pada penulis baru untuk jangan takut menghasilkan karya. Sebab buku punya nasib sendiri. Saya tahu menulis itu tidak mudah. Maka saya tidak punya pandangan tentang hal mendasar dalam teknis menulis. Pandangan saya adalah mengenai apresiasi. Dalam hal ini saya rasa karya dari seorang penulis bukan hanya persoalan bagaimana masyarakat akan menghargai tulisannya, tapi bagaimana ia sebagai penulis akan menghargai dirinya sendiri. Artinya, jika ia menghargai dirinya sendiri, hendaknya ia menulis sesuatu yang memiliki integritas. Tidak melulu patuh pada tuntutan pasar.

Berarti ada pesan lain ketika anda menulis LP, tak hanya sekadar memoar?

LP adalah buku tentang orang Indonesia kebanyakan. Di dalamnya ada kisah cinta, hubungan dengan teman, keinginan untuk maju, rasa percaya diri. permbaca meliha dirinya sendiri di buku itu. Buku LP membua tana kuat menertawakan kemiskinan, memparodikan tragedy sehingga anda bertenaga kembali. Agar orang jangan mudah berputus asa. Belajarlah dengan betul, itu sebenarnya pesan utama saya. Klasik sebenarnya, tapi dengan bercontoh dari Laskar Pelangi, kesulitan apapun terutama dalam masalah pendidikan, bisa diatasi. Buktinya, anggota Laskar Pelangi bisa survive. Pokoknya don’t give up. Kalaupun harus bekerja, atau menjual, ya pokoknya apa saja, lakukanlah untuk mendapatkan pendidikan. Kemiskinan bukan alasan untuk berhenti belajar. Pendidikan itu penting untuk perubahan.

Apa obsesi Anda setelah menjadi penulis dengan karya best seller?

Saya pegawai BUMN, saya ingin mempromosikan ke kalangan birokrat agar banyak membaca buku sastra untuk mengaktifkan otak kanan mereka. Sebab dewasa ini kebijakan harus bersifat kreatif , sebab jika terlau banyak menjanjikan masyarakat akan semakin skeptis. Saya masuk ke dalam birokrat karena saya melihat itu satu-satunya cara untuk berbuat dalam memecahkan berbagai masalah yang selama ini kita lihat di dalamnya. Di mata saya apabila bangsa ini ingin berubah, orang yang ada di dalam posisi strategis harus berkorban demi sesuatu yang lebih baik ke depan. Itu yang coba saya lakukan. Saya ingin melawan jargon anda jujur anda hancur. Sebaliknya saya ingin buktikan anda jujur anda prevail. Sebab cepat atau lambat kemenangan akan memihak kebenaran. Itu yang guru saya ajarkan. Persoalannya hal itu tidak mudah, sehingga saya sering merasa kesepian di tengah keramaian.

—–

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/News/2007/11/11/index.htm Suara Pembaruan Online

Diterbitkan di: on Juni 12, 2009 at 6:32 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Prakata tentang Laskar Pelangi

Kawan-kawan,

Aku punya berita yang sangat seru. Sebenarnya dalam beberapa minggu terakhir ini aku telah diundang Miles Film untuk melihat preview film laskar pelangi, namun dengan berbagai alasan aku selalu menolak, karena aku ingi melihat film Laskar Pelangi secara utuh (usai mixing dan sebagainya). Dan akhirnya 22 September 2008 di Planet Hollywood Jakarta aku tonton film Laskar pelangi dalam acara press, cast & crew screening.

Terus terang sebagai penulis Laskar pelangi, setahun ini aku deg-degan dengan tekanan dari pembaca dan eksepktasi yang begitu besar dari kawan-kawan. Belum dibuatpun film laskar pelangi dibicarakan dimana-man. Demikianlah proses setahun ini baik bagiku sebagai novelis, Riri Reza, dan Mira Lesmana . Kemudian aku pun masuk studio satu. Panitia yang baik miles film dan mizan production telah menyediakan tempat duduk VIP untukku, di deretan itu sengaja aku duduk sendirian tanpa siapapun di samping kanan kiri. Waktu layar mulai-kelap-kelip akhirnya aku menyaksikan Film Laskar Pelangi untuk pertama kalinya.

Film dimulai dengan perjalanan ikal dewasa ke kampungku. Dan taukah diirimu kawan, film itu berlangsung dua menit, dan air mata telah tergenang di pelupukku. Lalu kusaksikan frame demi frame, dengan perasaan yang tak kugambarkan dengan kata-kata. Aku larut, tenggelam, dan terombang-ambing cerita Laskar Pelangi dalam gambar-gambar yang sungguh menakjubkan. Aku adalah seorang penonton film yang akut. Aku memiliki koleksi lebih dari 2000 judul film, namun baru kali ini aku sesegukan, dan merasa sangat indah ketika menonton sebuah film. Kukatakan padamu kawan, jika engkau menemukan keindahan di setiap lembar novel Laskar Pelangi, engkau akan menemukan keindahan dalam setiap perpindahan gambar dalam film Laskar Pelangi. Bukan karena film ini diadaptasi dari novelku. Namun sejujurnya kukatakan padamu kawan bahwa film Laskar pelangi adalah salah satu dari film yang paling mempesona yang pernah kusaksikan dalam hidupmu.

Kawanmu selalu,

Andrea Hirata

—–

Sumber : sastrabelitong

8 Macam Kepribadian

== 8 MACAM KEPRIBADIAN ==

Berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar dalam tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.

Ekstrovert VS Introvert
Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka. Extrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian tersebut seperti di bawah ini :

Ekstrovert
Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka
Terbuka dan seringkali banyak bicara
Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
Seperti aksi dan inisiatif
Mudah mendapat teman atau beradaptasi dalam grup baru
Mengatakan apa yang mereka pikirkan
Tertarik dengan orang-orang baru
Mudah menolak bersahabat dengan orang-orang yang tidak diinginkannya

Introvert
Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
Memerlukan teritori mereka sendiri
Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
Biasanya tidak mempunyai banyak teman
Sulit membuat hubungan baru
Menyukai konsentrasi dan kesunyian
Tidak suka denga kunjungan yang tidak diharapkan dan tidak suka mengunjungi orang lain
Bekerja dengan baik sendirian

Logika VS Intuisi
Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan pengaruhnya terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya. Perbedaan umum keduanya sebagai berikut :

Tipe Penuh Logika
Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
Senang dengan sensasi fisik
Senang dengan masalah practical dan aktif
Realistis dan percaya diri

Tipe Intuisi
Mengarah ke masa lalu atau masa depan
Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
Tidak suka rutinitas
Lebih atraktif dalam teori daripada praktek
Sering ragu-ragu

Berpikir VS Merasakan
Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan sturktur dan fungsinya. Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah :

Tertarik dengan system, struktur, dan pola
Mengekspos apapun dalam analisi logis
Relatif dingin dan tidak emosional
Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
Memiliki kesulitan untuk mengungkapkan perasaan
Tidak suka berargumen secara terbuka atau memulai perselisihan

Tipe Perasa
Tertarik dengan orang dan perasaan mereka
Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yang besar
Mengavaluasi hal dengan penuh etika dan antara baik atau buruk
Mudah tersentuh atau menggunakan manipulasi emosional
Ramah dan sering memberikan pujian untuk orang-orang yang menyenangkan

Pasrah VS Penuntut
Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke dalam aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah :

Tipe Pasrah
Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
Selalu ingin tahu dan suka hal baru
Bekerja produktif tergantung mood
Sering bertindak tanpa persiapan

Tipe Penuntut
Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
Relatif stabil dalam bekerja
Mengikuti aturan dan disiplin

Sumber

Macam-Macam Tips

Macam-Macam Tips

Merawat Barang Dari Kulit
Barang yang terbuat dari kulit kadangkala menimbulkan bau yang tidak sedap jika diletakkan di tempat yang lembab. Untuk mengusir bau busuk tersebut dapat dilakukan dengan menggosok-gosokannya dengan tembakau secara berulang-ulang kali

Cara Mengawetkan Photo
Untuk menghindari supaya photo yang tergantung didinding tidak mengalami kerusakan terutama yang diakibatkan oleh kelembaban udara, maka sebelum memasangnya dioleskan terlebih dahulu dengan putih telur yang telah dikocok hingga berbusa dan diangin-anginkan sampai kering. Putih telur dapat berfungsi sebagai antibiotik alami.

Mengatasi Westafel Tersumbat
Jika westafel anda tersumbat karena penuhnya sisa-sisa makanan dan bukan tersumbat oleh plastik dan lain-lain, dapat diatasi dengan cara memasukkan soda dan cuka secangkir, maka sisa makanan itu akan hancur dan saluran kembali lancar.

Membersihkan Kaca Rumah Atau Mobil
Jika kaca rumah atau mobil anda kotor, dapat dibersihkan dengan cara ambilah tembakau dari mutu yang rendah sekitar 1 sampai 2 ons, kemudian direndam dalam air selama 10 menit. Kemudian celupkan kain yang agak kasar pada rendaman tadi dan dipergunakan untuk menyeka kaca yang kotor, setelah itu dibilas air bersih. Insya Allah kaca tersebut tidak mudah kotor lagi.

Memberikan Tanda Pada Pakaian
Untuk mengindari pakaian anda tertukar terutama pakaian dalam, cobalah ambil daun sirih, hamparkan keatas pakaian yang akan diberi tanda, lalu tulislah dengan cara memberi titik-titik tusukan jarum. Titik-tik ini tidak akan hilang selama bertahun-tahun dipakaian anda.

Jika Gelas Melekat Satu Sama Lain
Bila anda mengalami hal tersebut diatas, maka panaskanlah gelas yang melekat tadi diatas api kompor beberapa saat saja. Gelas tersebut akan memuai dan terlepas.

Menyegarkan Bau Tidak Sedap
Cobalah meletakkan kopi bubuk didalam lemari yang bau, atau ruangan yang terdapat bangkai tikus didalamnya, maka bau tersebut akan hilang dengan sendirinya karena kopi menyerap bau tadi.

Agar Kompor Tidak Mengeluarkan Asap Tebal
Kompor dan lampu minyak yang mengeluarkan asap tebal bisa menimbulkan bau tidak sedap dan bekas lengas`di dalam hidung anda. Supaya hal itu tidak terjadi maka dapat diatasi dengan cara mencampurkan minyak tanah dengan garam.

Cara Menghilangkan Noda Pada Asbak Dari Kaca
Kadangkala asbak yang terbuat dari kaca terdapat noda bekas abu rokok atau candu diatasnya yang sukar dihilangkan. Untuk mengatasinya rendamlah asbak tersebut kedalam air hangat yang telah dicampur dengan garam selama 10 menit, baru asbak trsebut dibersihkan.

Cara Mengusir Rayap
Lantai tanah diruang lembab biasanya menjadi sarang rayap. Bila dibiarkan akan menjadi onggokan tanah yang tinggi. Selain itu dapat merusak kayu disekitarnya. Untuk mengusirnya dapat dilakukan dengan cara menggunakan air kapur sirih dan disiramkan kesarang rayap tersebut.

Menghilangkan Noda Pada Mobil

Bila mobil anada atau motor anda terkena noda atau cat yang tidak terlalu parah, dapat dicoba resep ini. Gunakanlah odol atau pasta gigi kemudian digosok-gosokkan ke noda tersebut secara berulang-ulang.

Menghilangka Hama Pada Bunga Dan Jeruk

Untuk menghilangkan hama terutama pada tanaman hias atau tanaman jeruk dirumah anda dapat dilakukan dengan cara menaburkan bubuk arang pada permukaan pot atas pas bunga atau dibawah pohon jeruk anda.

Cara Menghemat Silet
Cara menghemat silet yang paling jitu yaitu dengan cara mengolesi silet yang baru dipakai dengan cream minyak rambut. Dengan cara ini silet akan tetap tajam dan tahan lama.

Membersihkan Minyak Goreng
Minyak goreng yang sudah kotor bisa dibersihkan lagi yaitu dengan cara panaskan minyak tersebut didalam wajam, kemudian masukkan beberapa sendok nasi dan digoreng. Tidak lama kemudian nasi akan mengumpul dan kemudian nasi tersebuut dibuang.Niscaya minyak akan kembali bersih.

Agar Kain Tidak Luntur

Untuk menjaga agar bahan yang terbuat dari kain tidak mudah luntur dapat dilakuakn dengan cara ambillah dua biji kentang dan dihancurkan, kemudian dicampur dengan seperempat garam dan setengah mangkok cuka. Biarkan selama beberapa saat kemudian masukan kain yang luntur dan rendam selama 30 menit. Selanjutnya dicuci seperti biasa.

Sumber

Bumi Laskar Pelangi

Bumi Laskar pelangi

Bumi Laskar pelangi

Sejak syuting film Laskar Pelangi dimulai 25 Mei 2008 yang lalu, Andrea Hirata Seman telah dua kali kembali ke kampung halamannya di Gantong, Belitong Timur. Pekan lalu merupakan kali kedua bagi Andrea datang untuk melihat proses pembuatan film yang diadaptasi dari katya novelnya. “Sebenarnya saya nggak mau terlalu sering mengikuti jalannya syuting. Saya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Riri (Riri Reza – Sutradara) dan Mira (Mira Lesmana – Produser). Kebetulan ibuku sakit. Strokenya kambuh, jadi saya pulang kampung karena untuk menjenguk ibu,” ungkap Andrea.

Selama di Belitong, Andrea tak setiap saat menyaksikan syuting. Kalaupun menonton, dia berada agak jauh. Kadang berbaur dengan masyrakat. “Saya sebenarnya sudah berusaha menghindar agar tak bertemu Riri dan Mira. Kalau ketahuan saja, saya baru mendekat. Rasanya nggak enak kalau saya ikut mengawasi syuting. Biar mereka berkreasi tanpa ada bayang-bayang saya,” tutur Andrea.

Lantas, puaskah Andrea melihat hasil kerja Riri dan Mira? Pengarang tetralogi Laskar Pelangi itu mengaku puas dan kagum dengan anak-anak Laskar Pelangi yang walaupun belum berpengalaman, tapi mampu menciptakan karakter seperti dalam setiap tokoh yang ditulisnya. Diluar itu, Andrea berharap film ini mampu mempromosikan Belitong. “Dari novel, orang-orang kenal Belitong. Tapi saya yakin itu hanya menjangkau segelintir orang. Berbeda ketika novel ini diangkat dalam film, pasti akan lebih banyak orang menonton,” ucapnya.

Bagaimana dengan ketidakrelaan penggemar novel Laskar Pelangi terhadap pembuatan film ini? “Saya terinspirasi Mohammad Ali. Meskipun berkulit hitam, dia bangga dengan dirinya. Begitu juga saya, bagaimanapun Belitong adalah kampung halaman saya, dan saya cinta Belitong. Saya bertekad memajukan Belitong,” ungkap Andrea. Itulah mengapa Andrea ngotot mempertahankan lokasi syuting dilaksanakan di kampung Gantong, sesuai cerita asli yang ditulisnya. “Saya ditawari beberapa daerah lain, dan disogok hingga ratusan juta. Tapi saya nggak mau. Mereka tahu film ini bakal mendunia. Saya ingin mempromosikan Belitong,” ucap Andrea.

Selain itu Andrea juga ingin mewujudkan Belitong sebagai “Bumi Laskar Pelangi”. “Saat ini saya tengah menggodok konsepnya. Yang pasti kita akan menonjolkan potensi pariwisata,” terang Andrea. Bahkan muncul wacana di kalangan pemerintah Belitong Timur yang ingin menjadikan SD Muhammadiyah sisa syuting menjadi objek wisata sastra di Gantong. Sayang selama syuting di Gantong, ada satu hal yang membuat Andrea tidak bahagia. Apa itu? “Ternyata keinginan menjadikan Belitong sebagai Bumi Laskar Pelangi tak direspon dengan tindakan nyata. Seharusnya memanfaatkan lokasi syuting menjadi lahan industri seperti di luar negeri,” sesal Andrea.

—–

Sumber : Nyata, Juni 2008

Diterbitkan di: on Juni 12, 2009 at 3:31 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Surat Andrea Hirata buat penggemar

Beberapa hari yang lalu ada rekan di weblog ini yang menanyakan kenapa Andrea tidak pernah memberikan tanggapan di blog-nya sastrabelitong. Entah kebetulan atau tidak, pada hari yang sama Andrea langsung meresponnya dengan menuliskan sebuah taklimat yang saya muat lengkap di bawah ini.

———-

Assalamualaikum ww dan salam sejahtera,

Kawanku, terima kasih banyak atas apresiasi dan semua komentarmu di blog ini. Tanpamu blog ini gak seru dan laskar pelangi, sang pemimpi, dan edensor, gak kan seperti sekarang. Namun tentu banyak yang protes karena seakan aku tak pernah melihat-lihat blog ini. Itu keliru kawan, aku selalu melihatnya dan membaca semua tulisan kawan-kawan.

Tetapi, mohonlah maklum, belakangan ini, karena kondisi kesehatan ibuku, aku lebih banyak tinggal di pulau Belitong, dan tahukah kawan, untuk mendapatkan akses internet aku harus ke tanjong pandan (ibukota kabupaten), 110 km dari kampungku, dengan kendaraan umum sekali sehari, kadang harus menumpang truk cincau. Sampai di tanjong pandan, harus antri mendapatkan akses dan kecepatan internetnya megap-megap 64 Kbps, hanya sedikit terminal yang diantri banyak orang, pun ketika akses seringkali drop, plus listrik byar pet. Untuk mengakses satu tampilan interface butuh waktu sampai 4 menit. Nah, bayangkan bagaimana aku harus menjawab satu persatu komentar di guest book yang telah (sampai hari ini, tgl 3 maret 08) mencapai 2.400 an lebih, di blog sebanyak hampir 1.600, di kalender sebanyak 300 komentar. Personal message yang belum digarap 109. Yang meng-invite hampir 500 orang. Aku sampai harus menyurati kuncen multiply di USA sono, bagaimana cara agar invitation itu bisa langsung ku accept dengan sekali klik, tapi mereka diam seribu bahasa, maka mulailah ku accept satu persatu, gak kuat kawan, lalu tiba-tiba jumlah invitation menyusut, aku tak paham, apakah ia expired atau para kuncen itu mangkel hatinya padaku, mengira aku tak mengurus blog ini, dan bikin pernyataan automatically rejected, maaf kawan, semua itu bukan dari pada perbuatanku.

Tentu saja besarnya komentar itu adalah berkah yang harus kusyukuri. Tapi kesulitan yang kuhadapi kuharap tidak membuat kawan menjadi malas berkomentar di blogku, lebih baik kita positif saja, yaitu mari kita carikan solusinya, yaitu:

1. Aku akan menjawab pertanyaan yang amat sering ditanyakan baik lewat surat, email, komentar di blog ini, sms, dalam diskusi, atau ngobrol langsung, yaitu apakah seluruh kejadian dalam tetralogi itu nyata? Jawabannya, laskar pelangi adalah memoar maka ia kisah nyata. Dimanakah lintang? Dia ada di belitong, dan bagaimana keadaannya sekarang? Keadaanya masih seperti di akhir cerita di novel laskar pelangi. Mengapa lintang tidak pernah muncul, di kick andy dsb? Karena lintang menolak. Arai juga menolak, dan belakangan samson juga menolak hadir di depan publik, di liput media, atau di foto. Mohon maklum kawan, menjadi perhatian publik bukanlah hal yang gampang, kurasa kita musti bisa menghargai pendirian dan privacy mereka. Kawan juga diharapkan tidak mendesak mereka untuk memperlihatkan foto dsb. Karena para sahabatku itu sesungguhnya mengeluh padaku dengan perkembangan ini. Mereka, seperti halnya aku, hanyalah orang kampung yang tak terbiasa dengan exposure. Namun jangan cemas, cerita tentang Lintang masih ada di maryamah karpov.

2. Dimanakah Arai? Apakah ia telah berjumpa dengan zakiah nurmala? Apakah ikal telah berjumpa dengan A Ling? Semua pertanyaan ini akan terjawab di maryamah karpov

3. Kapan maryamah karpov terbit? Insya Allah dalam tahun 2008, dan diperkirakan usai pembuatan film laskar pelangi yaitu sekitar September 2008. Mengapa menunggu film laskar pelangi usai? Karena ada beberapa setting yang bertabrakan. Siapa yang akan menerbitkan maryamah karpov? Penerbitnya belum kutentukan sampai sekarang.

4. Apa alasan laskar pelangi difilmkan? Karena banyak masyarakat indonesia yang tidak mendapat akses pada karya-karya sastra (novel) dan lebih dekat aksesnya dengan televisi. Film laskar pelangi pada gilirannya nanti bisa ditonton di TV

5. Bagaimana keterlibatanku dalam film laskar pelangi? Secara teknis aku tidak terlibat, hanya saling sharing dengan sutradara riri riza dan mira lesmana

6. Kapan aku akan ke kye gompa? Doa kan saja secepatnya, dan ini tidak ada hubungannya dengan kecintaanku pada tanah air, i love this country

Demikianlah solusi awal dariku kawan. Solusi berikutnya adalah :

1. Secepatnya aku mendapatkan akses internet yang lebih mudah (segera setelah aku kembali ke jakarta atau bandung), komentar-komentar di weblogku itu maupun yang melalui imel manajemenku renjanaorganizer@yahoo.com, semuanya akan kucicil untuk ditanggapi

2. Manajemenku itu (renjana organizer) sebenarnya selalu mengumumkan event-event bukuku, maka hadirlah jika sedang sempat, untuk mendapatkan info-info seputar tetralogi laskar pelangi sehingga kawan tak perlu mengejar info itu lagi melalui weblogku.

Mengenai hal lain, yaitu undangan event. Sehubungan dengan lebih banyak tinggal di Belitong, maka aku agak kesulitan memenuhi undangan event, dan event yang ada dipadatkan sekitar maret dan april 2008, setelah itu kemungkinan event akan sangat kubatasi semata-mata karena alasan aku tinggal jauh di belitong.

Kawan, aku juga ingin mengingatkan, bahwa dunia buku juga adalah industri, dan seperti lazimnya industri, tentu ada persaingan. Kadang kala ada komentar yang sifatnya negatif namun tanpa perlu aku dan manajemenku turun tangan, biasanya kawan-kawan telah membela. Terima kasih atas pembelaannya. Bagiku, marilah kita belajar bersabar, biarlah ada komentar begitu, kita ikhlas saja. Okeh…

Aku juga ingin mengingatkan lagi, bahwa banyak weblog, website, email, friendster dan jaringan pertemanan lain yang seakan-akan itu aku atau manajemenku (renjanorganizer), atau terafiliasi dengaku atau manajemenku, padahal sebenarnya bukan.

Weblog resmi kami hanya www.sastrabelitong.multiply.com ini dan www.renjanaorganizer.multiply.com, adapun email resmi adalah renjanaorganizer@yahoo.com

Mengenai handphone ku. Bagi teman yang telah mengetahui nomor hpku. Untuk kesekian kalinya kuberitahukan bahwa dalam kebanyakan waktu, hp itu tidak berada padaku, tapi berada pada Arbi, media relations di renjana organizer. Dan Maaf Arbi, sering kali mengeluh karena sering mendapatkan sms tanpa identitas. Alangkah lebih baik jika sms dilengkapi dengan identitas, karena arbi menerima ratusan sms setiap hari dan kesulitan menyimpan data dalam data base hp nya.

Satu lagi kawan, seperti kawan telah tahu, hasil royalti dari film dan buku laskar pelangi akan dikembalikan untukku membuat program yang kusebut sebagai Laskar Pelangi in action, yaitu membuat kelas intensif gratis matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa inggris, untuk anak-anak kelas tiga SMA dan SMP, maka janganlah membeli tetralogi laskar pelangi bajakan. Dan laskar pelangi in action tidak memobilisir dana, semuanya dibiayai secara pribadi.

Allright, Kawanku, akhirul kalam, kuucapkan terima kasih atas persahabatan kita yang indah ini.

Yours faithfully

Andrea Hirata

—–

Sumber : sastrabelitong

Maryamah Karpov…..

Meryamah Karpov

Meryamah Karpov

Bagi anda penggemar berat Andrea Hirata tentu sudah menamatkan membaca Maryamah Karpov. Novel yang beredar di penghujung November 2008 yang lalu merupakan edisi pamungkas dari Tetralogi Laskar Pelangi. Kesan setiap pembaca tentu saja berbeda. Ada yang menunjukkan kepuasannya, tapi tidak sedikit juga yang menyatakan kekecewaannya. Saya sendiri yang walaupun sampai sekarang masih bingung (harus menyatakan puas atau kecewa) tapi tetap merasa tidak rugi membacanya. Memang kalau dibandingkan dengan tiga novel sebelumnya, menurut saya Maryamah Karpov merupakan anti klimaks. Bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh ekpektasi saya yang terlalu berlebihan. Untuk itu saya mencoba memberanikan diri memberikan beberapa komentar sebagai pembaca Maryamah Karpov. Komentar ini tentu bukan resensi apalagi kritisi karena saya tidak dalam kapasitas itu untuk melakukannya.

1. Judul dan isi novel secara keseluruhan tidak berkaitan dimana sampai lembar terakhir sosok Maryamah Karpov tidak diulas secara proporsional bahkan nyaris tidak ada. Saya kok menangkap kesan ada perubahan “skenario” dari ide awal dibandingkan pada waktu proses penulisan.

2. Cerita fiksi yang diangkat sepertinya kok ya terlalu berlebihan. Saya memahami bahwa Andrea ingin menunjukkan dan menyemangati pembacanya bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan serta dicapai selama ada kemauan, tapi tetap saja pilihan membuat kapal menurut saya agak kurang logis. Saya bisa mengerti jika ada pembaca lain yang berkomentar bahwa “feel” yang muncul ketika membaca Maryamah Karpov adalah hampir sama ketika membaca Harry Porter yang full fiction.

3. Puzzle yang ingin dia rangkai ke dalam empat novel berakhir tidak sempurna. Sebagai contoh; cerita tentang pertemuan dengan Aling terkesan dipaksakan. Belum lagi cerita tentang Aling yang sangat sedikit padahal dalam tiga novel sebelumnya Aling merupakan tokoh yang sangat penting dan selalu menjadi penyemangat hidupnya. Begitu juga cerita tentang Arai yang tampaknya “menggantung”. Sekali lagi puzzle-nya jadi kurang terbentuk.

Namun demikian… terlepas dari kekurangan tersebut, Andrea Hirata tetaplah seorang penulis yang handal. Dia tetap mutiara dan asset yang berharga bagi khasanah sastra Indonesia. Pemilihan kata-katanya bernuansa magis sehingga rangkaian kalimatnya menjadi begitu indah. Usaha dia untuk mengangkat dan memperkenalkan budaya melayu juga sangat patut dihargai. Hal lain yang menjadi ciri khas Andrea dan selalu saya nantikan adalah gaya kocaknya yang tak terduga yang selalu hadir di dalam setiap novelnya.

Terakhir, berkaitan dengan judul Maryamah Karpov… tahukah anda bahwa nama ini terinspirasi dari seorang mantan juara dunia catur. Nama lengkapnya Anatoly Yevgenyevich Karpov. Dia lahir 23 Mei 1951 di Zlatoust dan belajar main catur pada usia 4 tahun. Pada usia 11 tahun ia telah menjadi kandidat Master dan pada usia 12 diterima oleh sekolah catur Mikhail Botvinnik. Ironisnya, Botvinnik mengatakan bahwa Karpov tidak memiliki bakat catur dan tidak akan berhasil dalam profesi ini. Pada tahun 1966 Karpov menjadi Master Nasional Uni Soviet pada usia 15 tahun. Beberapa bulan kemudia ia memenangkan kejuaraan catur internasional untuk pertama kali di Trinec. Sampai Juli 2005 ia telah memenangkan 161 kejuaraan catur. Dari 1978 sampai 1998 ia mengikuti setiap piala dunia FIDE. Rekornya adalah 1.118 menang, 287 kalah, dan 1.480 remis dalam 3.163 pertandingan. Elo rating tertingginya adalah 2780.

Referensi : Wikipedia

Diterbitkan di: on Juni 11, 2009 at 9:24 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Benarkah Gaji jaksa kecil????

Kasus Prita telah membuat statemen seorang jaksa kalo gaji seorang jaksa begitu kecil sehingga perlu adanya sebuah bakti sosial RS OMNI (yang nota bene merupaka RS yang sedang bermasalah) untuk medical check up….
dikutip dari Detik.com

Jakarta – Pemeriksaan medis gratis dari RS Omni International untuk jaksa di Kejaksaan Negeri Tangerang diduga membuat jaksa kasus Prita Mulyasari mengalami konflik kepentingan. Berikut foto dan isi pengumuman pemeriksaan medis gratis itu.

Rabu (10/6/2009) pagi ini detikcom menerima email dari pembaca berupa foto yang menunjukkan pengumuman pemeriksaan medis gratis dari RS Omni International.

Pengumuman itu ditulis dalam huruf kapital semua. Bunyinya sebagai berikut.

‘DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH PEGAWAI KEJARI TANGERANG UNTUK MENGIKUTI MEDICAL CHECK UP DAN PAPSMEAR GRATIS!!!!!!!!!! DARI PETUGAS OMNI INTERNASIONAL HOSPITAL.

HARI : SENIN, 18 MEI 2009
PUKUL : 08.00 Wib s/d selesai
TEMPAT: AULA KEJAKSAAN NEGERI TANGERANG

DEMIKIAN UNTUK MENJADI CATATAN

AN KEPALA KEJAKSAAN NEGERI TANGERANG

Berkaitan dengan periksa medis gratis ini, pada Senin 8 Juni kemarin, Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan mengakui bahwa jasa pemeriksaan gratis dari RS Omni yang berupa bakti sosial.

“Kalau bakti sosial kan tidak harus ke Kejaksaan saja. Mungkin mereka memberikan itu karena melihat gaji jaksa yang kecil,” jelasnya.

Sedang RS Omni International Alam Sutra, Tangerang, melalui kuasa hukumnya Risma Situmorang pada Selasa 9 Juni kemarin membantah ada pemeriksaan gratis bagi Kejari Tangerang. Yang ada hanyalah fasilitas bagi PNS yang memiliki Asuransi Kesehatan (Askes).

“Wah itu tuduhan, itu fitnah. Begini lho, itu kan ada ditempel check-up bagi pegawai negeri sipil yang punya Askes,” kata Risma.

Sedangkan Jaksa Agung Hendarman Supandji kemarin mengatakan fasilitas periksa medis gratis itu baru sebatas dugaan.

“Saya belum tahu. Karena itu kan masih dugaan dan harus dibuktikan dengan keterangan saksi, baru bisa diambil kesimpulan,” kata Hendarman. Mendiskusikan kasus Prita Mulyasari lebih lanjut? Gabung di sini. (nwk/nrl)

mmm.. benarkah demikian
padahal masih banyak masyarakat kecil yang tidak mampu dan lebih pantas mendapatkan pelayanan tersebut, knapa harus di kejaksaan
selama ini sudah banyak jaksa yang memiliki rumah besar dan mewah berada di kawasan elit yang tentu saja harganya mecapai milyaran rupiah
atau ada juga jaksa yang memiliki mobil built in keluaran terbaru bahkan di indonesia saja belum di pasarkan
atau ada anak jaksa yang sekolah di luar negeri

wuuiissss hebat banget mereka dengan gaji “kecil ” namun bisa mendapatkan itu semua…..

mungkin bener juga gaji kecil tapi kan “sabetan” kanan-kiri yang sangat bueesaaaaarrrr……………
ya ampyuunnn bapak/ibu jaksa ingat lah pada Tuhan kelak perbuatan ibu/bapak akan di pertanggung jawabkan

Diterbitkan di: on Juni 10, 2009 at 8:38 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Laskar pelangi

mmmmm…. Film Laskar Pelangi yang sudah lama aku tunggu-tunggu akhirnya turun juga, nggak salah aku sampe lari-lari buat mendapatkan tiket nonton di hari pertama pemutaran film ini…

memang bagus film ini memang nggak 100% seperti di Novel paling nggak sudah 80% sama dengan novel

bahkan kemaren di ajang movie award film laskar pelangi menjadi juaranya, bahkan di festival film di Jerman laskar pelangi mendapat sambutan yang begitu menakjubkan

sayangnya di festival film asia pasific laskar pelangi tidak menang, tapi cukup baguslah sudah mewakili indonesia di ajang film bergengsi

sebuah film yang diangkat dari novel yang fenomenal “Laskar pelangi” Karya Andrea Hirata
yang menceritakan kehidupan anak-anak miskin di pulau belitong yang kaya akan timah, bagaimana perjuangan dan kreativitas mereka untuk mendapatkan pendidikan
bahkan mereka rela menempuh jarak 80km dengan naek sepeda dan harus was-was bila bertemu dengan buaya.. demi bisa belajar ato cuma menyanyikan lagu “padamu negeri” di akhir jam sekolah….

bagaimana perjuangan mereka untuk meraih mimpi-mimpi mereka, salah satunya mimpi sekolah setinggi-tinggi nya sampe ke luar negeri untuk mengangkat harkat orang tuanya..

kata-kata arai yang paling mengena “bermimpilah karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”
sama kata-kata dari salah satu anggota mereka “kita memang miskin dan nggak punya apa-apa namun kita punya mimpi dan semangat, tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

hebat banget film itu.. sekarang lagi menunggu “sang pemimpi” semoga lebih bagus dari yang pertama…

sukses terus buat andrea hirata… terimakasih novel “laskar pelangi” telah ngasih pelajaran buat selalu bersyukur, berusaha, terus bermimpi dan tetap semangat untuk meraih mimpi-mimpi itu….

Diterbitkan di: on Juni 5, 2009 at 8:36 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.